| Property Column |
|
| Kebijakan Baru Sebagai Awal Kebijakan Kepemilikan Warga Asing di Indonesia
|
| Selasa, 08 Mei 2012 11:00 WIB
|
|
Juanita Batubara Director Property Business Academy |
|
|
| Benarkah Kita Menuju BUBBLE PROPERTY?
|
| Minggu, 22 April 2012 02.00 WIB
|
|
Juanita Batubara Director Property Business Academy |
|
|
| Manajemen Aset Berbasis Pengetahuan (Bagian 1)
|
| Jumat, 13 April 2012 23:54 WIB
|
|
Ir. Doli D. Siregar, MSc. FRICS, SCV |
|
|
| Larisnya Apartemen dan Kondominium Menengah Keatas
|
| Senin, 09 April 2012 21:45 WIB
|
|
Juanita Batubara Director Property Business Academy |
|
|
| Asset Management dan Asset Optimalisation, Cara Menyehatkan BUMN (I)
|
| Senin, 06 Februari 2012 14:25 WIB
|
|
Juanita Batubara Director Property Business Academy |
|
|
| Daya Tarik Property di Indonesia dan Ancamannya
|
| Selasa, 03 Januari 2012 08:00 WIB
|
|
Juanita Batubara Director Property Business Academy |
|
|
| Master Plan? Seberapa Pentingkah ?
|
| Jumat, 02 Desember 2011 20:30 WIB
|
|
Juanita Batubara Director Property Business Academy |
|
|
| Mengantisipasi Risiko Bisnis Konstruksi di Indonesia
|
| Sabtu, 19 November 2011 20.00 WIB
|
|
Juanita Batubara Director Property Business Academy |
|
|
| Cakupan Study Kelayakan Sebagai Tools Dalam Investasi
|
| Senin, 19 September 2011 22:00 WIB
|
|
Juanita Batubara Director Property Business Academy |
|
|
| Adakah Pengaruh Melemahnya Hutang Amerika pada Pasar Property Indonesia?
|
| Sabtu, 27 Agustus 2011 14:33 WIB
|
|
Juanita Batubara Director Property Business Academy |
|
|
| - INDEKS ARTIKEL - |
|
|
|
| Daya Tarik Property di Indonesia dan Ancamannya |
| Selasa, 03 Januari 2012 08:00 WIB
|
|
Juanita Batubara Director Property Business Academy |  |
|
(Vibiznews-Property), Dalam perkembangan dunia property sekarang ini banyak terjadi perkembangan yang menarik, baik dalam hal model bangunan, arsitektur dan design, perkembangan aplikasi tehnology, keragaman bangunan dan lain-lain hal yang menarik, yang kadang bahkan karena begitu menariknya sehingga menomor-duakan akan hal untung ruginya. Disinilah daya pikat daripada property. Di dalamnya ada unsur kepuasan pribadi seseorang yang tidak bisa diukur dengan nilai uang. Demikian kuatnya daya tarik properti tersebut sehingga bagi sejumlah orang yang cukup mapan ekonominya hal itu merupakan kesenangan tersendiri, yang tidak bisa dibandingkan dengan nilai ekonomis, sekalipun biaya mahal dan sepertinya tidak bermanfaat.
Dan bagi sebagian orang yang bisa melihat ini, hal ini menjadi peluang bisnis. Karena adalah wajar bagi seseorang ingin memiliki property yang bagus, nyaman, menarik dan indah, namun ada kerterbatasan ekonomi. Property yang artistik dan nyaman pada lokasi strategis yang umumnya merupakan rumah kedua atau ketiga yang sering menjadi pilihan investasi, dimana rumah/property ini bisa diproduktifkan dengan disewakan. Ada property management yang bisa mengatur semua hal dalam pengelolaan property, baik dari sudut kepemilikan, penyewaan, keuangan sampai pada pemanfaatannya. Sehingga memungkinkan lebih banyak yang bisa masuk dalam investasi pada industri property.
Dalam perencanaan pembangunan property, perlu ada daya tarik yang memikat orang untuk memilikinya. Apakah itu karena lokasinya, udara sekitar lokasi, alam sekitar lokasi atau dikarenakan lokasi dekat dengan tempat pekerjaan sehari-hari, seperti daerah industri atau perkantoran.
Berbagai alasan untuk memiliki sebuah property. Membeli property di Bali, misalnya, dengan arsitektur dan perawatan yang mahal, saat ini merupakan salah satu tren pasar property. Property di Bali dibeli bukan karena kebutuhan utama untuk tempat berteduh atau efisiensi menuju tempat kerja sehari-hari namun dikarenakan kenyamanan lokasi dan suasana pulau dan daya tarik kebudayaannya. Ini berlaku tidak hanya bagi pelaku property domestik namun juga pelaku property yang berasal dari luar Indonesia seperti Singapur, Thailand, Jepang, Australia, Amerika, Eropa dan lainnya.
Menariknya Investasi Property Indonesia
Indonesia memang telah diperhitungkan sebagai pilihan lokasi untuk investasi dan pembangunan property di mata sejumlah investor asing. Sejumlah hal menjadi perhitungan untuk investasi property di Indonesia di antaranya adalah stabilitas pertumbuhan perekonomian dalam 3 tahun terakhir yaitu sekitar 6%, tingkat inflasi dibawah 4 % 5%, dan suku bunga yg moderat, 6%, menjadi perhitungan yang menarik bagi para pengembang untuk investasi di Indonesia, hal ini tak lepas dari lirikan para pengembang luar negeri.
Industri property di Indonesia, masih terbuka luas peluangnya. Luasnya kepulauan Indonesia serta banyaknya kekayaan alam yang masih bisa diolah, pertambangan minyak, gas, emas, timah serta perkebunan kelapa sawit, kopi, coklat, kacang kedelai, dan lain-lain pekerjaan membuat banyak lapangan perkerjaan yang timbul dan hal ini bisa menjadi pendorong bagi perkembangan pembangunan property.
Percepatan perkembangan property juga sangat didukung oleh program pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur berupa bandara, jalan raya, air, listrik dan fasilitas telekomunikasi. Program ini mengangkat perekonomian yang berdampak pada kwalitas, kuantitas dan tehnologi pembangunan property.
Kondisi dan daya tarik lainnya adalah harga tanah masih jauh lebih murah. Dari data yang ada, harga property di Thailand hampir dua kali harga property di Indonesia, di China 2 kali Indonesia dan di Singapura 8 kali harga property di Indonesia, di Jepang hampir 12 kali di Indonesia, harga property di Hongkong hampir 12 kali harga property di Indonesia. Demikian relatif murah harganya, sementara yield perumahan di Indonesia tertinggi di antaranya, sehingga menarik berinvestasi property di Indonesia.

Kondisi Pasar Property Indonesia.
Pembangunan property di Indonesia, dewasa ini masih dalam tahap pemenuhan dasar. Dengan jumlah penduduk 240 juta orang, sebesar 70% adalah usia produktif Jumlah ini, yang apabila diambil 30%-nya membutuhkan perumahan kelas menengah sampai atas, maka akan cukup menarik bagi para investor property. Hal inilah yang dilihat sebagai ruang oleh para developer, baik lokal maupun asing. Supply is created by demand. Dengan demand yang berasal dari permintaan lokal, diperkirakan harga pasar tidak melompat terlalu jauh. Untuk diketahui, saat ini permintaan akan perumahan di Indonesia berkisar sebanyak 13,6 juta unit sementara kemampuan penyediaan pasokan hanya sebesar 350.000 per tahun. Suatu ekses permintaan yang masih sangat besar.
Di tengah gejolak ekonomi dunia, kawasan Asia terbukti masih terus mengalami perkembangan property, dengan Indonesia menempati posisi 16 terbesar dari 51 negara yang berkembang dalam pertumbuhan property. Selama 12 bulan terakhir pertumbuhan sektor residensial di Indonesia menduduki posisi 6 besar setelah Hong Kong, Taiwan, China, Malaysia dan Singapura. Dari sisi harga, di sisi lain, peningkatan harga perumahan secara nasional sekitar 6%/tahun, sementara untuk pertumbuhan di kota-kota besar bisa sampai dua kali lipatnya atau lebih.
Prospek Harga dan Ancamannya
Pertumbuhan sektor property Indonesia berpeluang melonjak lagi di tahun 2012 dan seterusnya terlebih jika ijin kepemilikan property untuk orang asing, dikeluarkan dalam waktu dekat ini. Kemungkinan akan terjadi pelonjakan permintaan dengan harga yang pasti jauh lebih mahal dari harga rata-rata pasar sebelum ini. Namun demikian, hal ini harus dijaga dan dikontrol supaya tidak nantinya mengarah kepada kondisi “bubble property”.
Selain itu, dengan keluarnya pengakuan rating investasi bagi Indonesia, dampaknya akan mengundang arus masuk developer dan kontraktor asing yang ingin memanfaatkan momentum pertumbuhan lanjutan perekonomian Indonesia.
Pemerintah dalam hal ini perlu meningkatkan pemantaun perkembangan pasar property ke depannya, agar pasar tidak mengalami pelonjakan harga property yang akan menimbulkan dampak inflasi.
Demikianlah, daya tarik property di Indonesia harus tetap dijaga agar jangan nantinya menjadi daya dorong ke jurang.
(Juanita Batubara/JB/vbn)
|
|
|
Tidak Ada Berita Terkait |
|
|
|